Selasa, 23 September 2025

Sejarah kopi


 

Kopi (bahasa Belandakoffiebahasa Inggriscoffee) atau kahwa adalah tanaman industri pertanian yang dijadikan minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk.[2] Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua spesies pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).[3]

Kopi sebelum dapat diminum harus melalui proses panjang, yaitu dari pemanenan buah tanaman kopi yang telah matang, baik dengan cara mesin maupun dengan tangan,[4] kemudian dilakukan pemrosesan biji kopi dan pengeringan sebelum menjadi kopi gelondong. Proses selanjutnya, yaitu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi. Setelah itu, biji kopi digiling atau dihaluskan menjadi bubuk sebelum dapat diminum.[5]

Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh bangsa Etiopia di Benua Afrika sekitar 850M yang lalu.[6] Kopi terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.[7] Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya.[8] Disamping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kankerdiabetesbatu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).[9][10]

Kopi dari petani dapat ditampung oleh beberapa pihak, termasuk: koperasiperusahaan dan perantara. Selain itu petani juga dapat menjual kopi mereka langsung ke konsumen individuYayasan Inisiatif Dagang Hijau dan Enveritas melantaskan sedikitnya 90% hasil kopi dari petani di Indonesia dibeli oleh mengumpulkan pedagang yang jumlahnya mencapai 4000 perantara.[11][butuh rujukan] Indonesia menempati area kopi nomor dua terbesar di Dunia.[12]

Bermula di Afrika

Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM.[15] Namun, ada juga pendapat lain yang mengatakan biji kopi mulai ditemukan pada tahun 850 M.[16] Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa Etiopia, mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh.[17] Penemuan kopi terjadi secara tidak sengaja, yakni ketika penggembala bernama Khalid—seorang Eithiopia—mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga (melek) bahkan setelah matahari terbenam, setelah memakan sejenis buah beri.[16] Ia pun mencoba memasak dan memakannya.[15] Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika. Namun, metode penyajiannya masih menggunakan metode konvensional.[18] Barulah beberapa ratus tahun kemudian, biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih maju.[17]

Penyebaran Kopi di Arab

Bangsa Arab yang memiliki peradaban yang lebih maju dibanding bangsa Afrika saat itu, tidak hanya memasak biji kopi, tetapi juga direbus untuk diambil sarinya.[17] Pada abad ke-13, umat Islam banyak mengonsumsi kopi sebagai minuman penambah energi saat beribadah di malam hari.[19] Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai daerah Afrika UtaraMediterania, dan India.[17]

Pada masa itu belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi siap santap, sehingga infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu.[15] Hal ini menyebabkan budidaya tanaman kopi tidak memungkinkan.[20] Barulah pada tahun 1600-an, seorang peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari Mekah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar Arab.[15]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sejarah kopi

  Kopi  ( bahasa Belanda :  koffie ,  bahasa Inggris :  coffee ) atau  kahwa  adalah tanaman industri  pertanian  yang dijadikan minuman has...